Anggaran yang diusulkan oleh Kementerian Keuangan pada pagu indikatif
2018 sebesar Rp 45,7 triliun atau lebih besar dari anggaran di tahun
2017 yang hanya sebesar Rp 40,8 triliun. Hal ini juga sempat
dipertanyakan oleh beberapa anggota DPR.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyebutkan, peningkatan anggaran
di 2018 juga disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya karena akan
ada sekitar 4.000 pegawai baru yang akan direkrut.
"Soal kenaikan dari Rp 40 triliun ke Rp 45 triliun yang sekitar 12,5%.
Ada beberapa item yang disampaikan kenapa kenaikannya cukup tinggi.
Pertama, kami akan rekrut SDM staf baru yang sudah dapatkan persetujuan
MenPAN RB nyaris mencapai 4 ribu orang dan itu unit incharge adalah
Sekjen," kata Sri Mulyani di Ruang Rapat Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu
(14/6/2017) seperti dilansir detikcom.
Baca Juga : Penerimaan CPNS Formasi Khusus
Perekrutan sekitar 4.000 SDM baru ini juga membuat anggaran Sekjen
Kemenkeu di 2018 menjadi yang paling tinggi sekitar Rp 20,84 triliun
diantara direktorat jenderal lainnya.
"Ya itu kenapa kenaikan besar ada di situ," jelasnya.
Mantan Direktur Bank Dunia ini menyebutkan, tingginya anggaran Sekjen
Kemenkeu juga karena beberapa program yang akan dilakukan di 2018.
Seperti Indonesia yang akan menjadi gelaran IMF-World Bank 2018 yang
anggarannya ada di Sekjen.
Baca Juga : Daftar Nama PTT Yang Lolos
"Bukan karena desentralisasi, namun untuk supporting dan mobilisasi
lebih efektif di sekjen, mulai dari logistik sampai dan unit-unit lain
lebih senang kalau itu diberikan ke sekjen karena enggak mau repot,"
jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Sekjen Kementerian Keuangan Hadiyanto
mengatakan, dari 4.000 SDM baru di 2018 ini sekitar 2.000 akan
diperuntukan di Ditjen Pajak.
"Kira-kira lebih dari 2.000, iya akan efektif di 2018, sisanya disebar ke DJBC (Bea Cukai)," jelas dia.
